Sabtu, 02 Januari 2016

RESPONDING PAPER FEMINISME NITA NURNINGSIH 1113034000144

RESPONDING PAPER
FEMINISME
NITA NURNINGSIH
1113034000144
A  Pengertian dan sejarah Feminisme
            Istilah ``Feminisme`` bersal dari kata latin: Femina yang artinya wanita. Gerakan feminisme bermaksud mengkritik struktur patriarki yang berada dalam masyarakat dan berusaha untuk mengadakan suatu struktur masyarakat yang lebih adil.
             Feminisme adalah  gerakan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria.[1] Dalam perkembangan selanjutnya, kata tesebut  digunakan untuk menunjukkan suatu teori kesetaraan jenis kelamin( sexual equality ).
           Secara historis, diskriminasi terhadap perempuan muncul sebagai akibat adanya dokrin ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan yang telah membudaya dalam sejarah kehidupan  umat manusia. Adanya anggapan bahwa perempuan tidak cocok memegang kekuasaan karena perempuan dianggap tidak memiliki kemampuan seperti laki-laki, Aktifitas perempuan hanya terbatas di dapur, kasur, sumur saja karena dianggap tidak mampu mengambil keputusan diluar wilayah  kekuasaannya merupakan fenomena penunundukan perempuan dibawah struktur kekuasaan laki –laki.[2]
            Dalam pengertian yang lebih luas, feminisme sekurang-kurangnya mencakup tiga pengertian pokok:
             Pertama, feminisme merupakan pengalman hidup, sebab ia tidak terlepas dari sejarah munculnya, yaitu dari masyarakat patriarkhi. Dari sejarah hidup inilah kemudian lahirlah kaum perempuan yang mempunyai kesadaran feminis.
            Kedua, Feminisme sebagai alat perjuangan politik bagi kebebabasan manusia. Berangkat dari kesadaran inilah, perempuan ingin melepaskan diri dari penindasan dan ketidak adilan yang selama ini dialaminya, Perjuangan ini diletakkan dalam bentuk persamaan hukum ( legal status ) hak memilih dan kesetaraan dengan laki laki.
              Ketiga, Feminisme sebagai aktifitas intelektual. Artinya gerakan yang  memberikan pemahaman  tentang kehidupan sosial, dimana perempuan itu tinggal, kekuatan yang dapat dilaksanakan untuk melakukan perubahan ke arah perbaikan nasib perempuan dan untuk mengetahui apa yang harus di perjuangkan.
            Kata feminisme pertama kali dicetuskan oleh Aktivis sosialis utopia, Charles Fourier pada tahun 1837. Pergerakan yang berpusat di Eripa ini Berpindah ke Amerika dan berkembang pesat sejak publikasi john Stuart Mill.``Perempuan sebagai Subje``( The Subjection of Women) pada tahun(1869). Perjuangan mereka menandai lahirnya feminis Gelombang pertama.
             Gelombang feminisme di Amerika Serikat mulai ebih keras bergaung pada era perubahan dengan terbitnya buku The Feminisme Mystique yang ditulis oleh Betty Friedan di tahun 1963. Buku ini ternyata berdampak luas, lebih –lebih setelah Betty Friedan membentuk organisasi Wanita bernama National Organization for Woman( NOW ) di tahun 1966 gemanya kemudian mererambat kesegala bidang kehidupan.
Gerakan perempuan Atau Feminisme berjalan terus, sekalipun sudah ada perbaikan-perbaikan, kemajuan yang di capai gerakan ini terlihat banyak mengalami halangan. Di tahun1967 di bentuklah Student for a Democration Societ yang mengadakan konvensi nasional di Ann Arbor kemudian di lanjutkan di chicago pada tahun yang sama, dari sinilah mulai muncul kelompok`` feminisme radikal`` dengan membentuk  Women`s Liberation Workshop yang lebih dikenal dengan singkatan``Woment Lib. Women Lib  mengamati bahwa peran kaum perempuan dalam hubunganya dengan laki laki dalam masyarakat kapitalis terutama Amerika Serikat tidak lebih seperti hubungan yang dijajah dan penjajah. Ditahun 1968 kelompok ini secar terbuka memprotes diadakanya``Miss America Pegeant`` dia Atlantic City yang mereka anggap sebagai``pelecehan terhadap kaum wanita dan komersialisasi tubuh perempuan`` Gema pembebasan kaum wanita ini`` kemudian mendapat sambutan dimana-mana diseluruh dunia.
B. Teori- teori Feminisme
1. Feminisme Liberal
             Feminisme Liberal  ialah pandangan untuk memenpatkan perempuan  yang memuliki kebebasan secara penuh dan individual. Aliran ini  menyatakan bahwa kebebasan dan kesamaan berakar pada rasionalitas dan pemisahan antara dunia privat dan publik.
              Feminisme Liberal memiliki pandangan  mengenai negara sebagai penguasa yang tidak memihak antara kepentingan kelompok yang berbeda yang berasal dari teori pluralisme negara. Mereka menyadari bahwa negar itu didominasi oleh kaum pria yang terrefleksikan menjadi kepentingan yang bersifat`` maskulin``tetapi mereka juga menganggap bahwa negara dapat didominasi kuat oleh kepentingandan pengaruh kaumpria tadi. Sehingga dalam hal ini ada ketidak setaraan  perempuan dalam politik atau bernegara.
            Feminisme liberal Mengusahakan untuk menyadarkan wanita bahwa mereka adalah golongan tertindas. Pekerjaan yang dilakukan Wanita di sektor domestik dikam panyekan  sebai hal yang tidak produktif dan menempatkan wanita pada posisi sub –ordinat. Akar teori ini beretumpu pada kebebasan dan kesetaraan  rasionalitas. Perempuan adalah makhluk rasional, kemampuannya sama dengan laki laki, sehingga harus diberi hak yang sama dengan laki-laki.
2.Feminisme Radikal
           Feminis ini muncul sejak pertengahan tahun 1970-an dimana Aliran ini menawarkan ideologi``perjuangan separatisme perempuan ``. pada sejarahnyam aliran ini muncul sebagai reaksi atas kultur seksisme atau domonasi sosial berdasar jenis kelamin. Pemahaman penindasan laki-laki terhadap perempuan adalah satu fakta dalam sistem masyarakat yang sekarang ada.
Aliran ini bertumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki. Tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki. Ole karena itu feminisme mempermasalahkan antara lain  tubuh serta hak –hak reproduksi , seksualitas, seksisme, relasi kuasaperempuan dan laki laki dan dikotomi privat publik.The personal is political`` menjadi gagasan baru yang mampu menjangkau permasalahan perempuan sampai ranah privat.
C.Feninis Marxis
          Aliran ini memandang masalah perempuan dalam rangka kritik kapitalisme. Teori Friedrich Engeis dikembangkan menjadi landasan aliran ini status perempuan jatuh karena adanya konsep kekayaan pribadi( private property). Kegiatan propduksi yang semula bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari berubah menjadi keperluan pertukaran. Sistem produksi yang berorientasi pada keuntungan mengakibatkan terbentuknya kelas dalam masyarakat borjuis dan proletar.
              Kaum feminis Marxis, menganaggap bahwa negara  bersifat kapitalis yakni menganggap bahwa negara bukan hanya sekedar institusi tetapi juga perwujudan dari interaksi atau hubungan sosial. Kaum Marxis berpendapat bahwa negara memiliki kemampuan  untuk memelihara kesejah teraan , namun disisi lain negara bersifat kapitalisme yang menggunakan sistem perbudakan kaum wanita sebagai pekerja.[3]
4.Feminisme Sosial
              Sebuah faham yang berpendapat tak ada sosialisme tanpa pembebasan perempuan, tak ada pembebasan perempuan tanpa sosialisme. Feminis sosialis berjuang untuk menghapus sistem pemilikan. Lembaga perkawinan yang melegalisir pria atas harta dan pemilikan suami atas istri dihapuskan seperti melegalisir ide marx yang mengiginkan suatu masyarakat tampa kelas tanpa pembedaan gender .
            Feminisme sosialis muncul sebagai kritik terhadap feminisme  Marxis. Feminime sosialis menggunakan analisis kelas dan gender untuk memahami  penindasan perempuan. Ia sepaham dengan feminisme Marxis bahwa kapitalisme merupakan sumber penindasan perempuan. Akan tetapi aliran  Feminisme Sosialis ini juga setuju dengan feminisme radikal yang menganggap patriarkilah sumberpenindasan itu.
5. Feminisme Postkolonial
Dasar pandanan ini berakar dari penolakan  universalitas pengalaman perempuan. Pengalaman perempuan yang hidup di negara dunia ketiga,berbeda dengan perempuan berlatar belakang dunia pertama. Perempuan dunia ketiga menanggung beban penindasan lebih berat karena selai mngalami penindasan berbasis gender, mereka juga mengalami penindasan antar bangsa, suku, ras dan agama. Dimensi kolonialisme menjadi fokus utama feminisme poskolonial yang pada intinya menggugat penjajahan  baik fisik , pengetahuan, nilai-nilai, cara pandang maupun mentalitas masyarakat.
C. Pengaruh terhadap perjuangan perempuana
a. Peran Wanita dalam keluarga
            Peran dan pekerjaan wanita didalam masyarakat tidak dapat terlepas dari kodratnya sebagai manisia yang berjenis kelamin khusus, yaitu jenis kelamin yang memungkinkan bahkan mengharuskan ia terikat uat pada fungsi sosial tertentu yaitu fungsi reproduksi. Perbedaan fungsi dalam hal reproduksi, maka terjadi perbedaan juga dalam pembagian pekerjaan di bidang sosial ekonomi,pembagian fungsi inibtelah berlangsung sejak adanya manusia didunia, selama kehidupan pra industrial, wanita untuk pekerjaan domestik dan pria unruk pekerjaan publik.
Seiring dengan emansipasi dalam perkembangan pekerjaan dan karir wanita, dapat dilihat bahwa tingkat kesuburan menurun dengan akibat bahwa pekerjaan domestik berkurang. Dengan demikian wanita dapat lebih banyak peluang lagi untuk terjundalam bidang publik menjadi wanita bekerja maupun wanita karier.
b. Wanita Karier
           Wanita Karier  adalah wanita yang bekerja dengan tanggung jawab yang besar dan biasanya dalam kedudukan yang memungkinkan kenaikan kejenjang pangkat atau jabatan yang lebih tinggi. Dimasa lampau wanita terikat dengan nilai-nilai traditional yang mengakar di masyarakat. Jika ada wanita berkarier untuk mengembangkan ke ahliannya diluar rumah dianggap telah melanggar tradisi.
              Sejalan dengan perkembangan zaman, kaum wanita dewasa ini cenderung berperan ganda, karena mereka telah mendapat  kesempatan yang luas untuk mengembangkan diri. Profesi sebagai ibu rumah tangga sudah bukan lagi satu satunya pilihan yang harus diambil oleh seorang wanita, sudah tidak zamannya lagi jika seseorang wanita hanya berkutat dengan urusan dapur, anak, suami dan pekerjaan rumah tangga lainya..
c. masalah-masalah wanita karier
Begitu banyak pengaruh  dan masalah yang mungkin timbul bagi wanita bekerja atau pun wanita karier, dua hal yang sangat kuat pengaruhnya  yaitu:
a.Pekerjaan
           Pekerjaan mempengaruhi manusia libih banyak dari pada manusia mempengaruhi pekerjaan. Harga diri ditiingkatkan oleh pekerjaan yang kompleks. Secara rata-rata wanita kurang kesempatan naik pangkat dibandingkan pria karena ditempatkan pada pekerjaan yang kurang kompleks.
            Masalah lain dari wanita karier adalah masih banyak orang baik pria maupun wanita yang tidak begitu senang bekerja di bawah seorang bos wanita. Padahal gaya kepemimpinan kurang tergantung pada jenis kelamin atau sifat kepribadian tetapi lebih banyak ditentukan oleh kekuasaan dan wewenang yang nyata.
b.Keluarga
            Konflik antara perkawinan dan pekerjaan lebih besar pada wanita darp pada pria. Perkawinan mempunyai efek negatif paling banyak adalah pada wanita yang hanya mempunyai satu cita-cita identitas saja yaitu untuk mrnjadi istri dan ibu. Bila hal ini tidak tercapai atau bila perkawinanya tidak memuaskan maka ia akan sangat kecewa dan menderita seakan –akan hidup ini tidak berguna lagi.









[1] W.J.S. Poerardaminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia hal. 281.
[2] Muhammad In`am Esha, Teologi Islam: Isu- Isu kontemporer, (Malang: Uin-Malang Press,2008). Hal 48-49
[3] Fakih Mansoer,2002.runtuhnya teori pembangunan dan globalisasi.hlm. 158

Tidak ada komentar:

Posting Komentar