RESPONDING PAPER
FEMINISME
NITA NURNINGSIH
1113034000144
A Pengertian dan sejarah
Feminisme
Istilah
``Feminisme`` bersal dari kata latin: Femina yang artinya wanita. Gerakan
feminisme bermaksud mengkritik struktur patriarki yang berada dalam masyarakat
dan berusaha untuk mengadakan suatu struktur masyarakat yang lebih adil.
Feminisme
adalah gerakan yang menuntut persamaan
hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria.[1]
Dalam perkembangan selanjutnya, kata tesebut
digunakan untuk menunjukkan suatu teori kesetaraan jenis kelamin( sexual
equality ).
Secara historis, diskriminasi terhadap
perempuan muncul sebagai akibat adanya dokrin ketidaksetaraan antara laki-laki
dan perempuan yang telah membudaya dalam sejarah kehidupan umat manusia. Adanya anggapan bahwa perempuan
tidak cocok memegang kekuasaan karena perempuan dianggap tidak memiliki
kemampuan seperti laki-laki, Aktifitas perempuan hanya terbatas di dapur,
kasur, sumur saja karena dianggap tidak mampu mengambil keputusan diluar
wilayah kekuasaannya merupakan fenomena
penunundukan perempuan dibawah struktur kekuasaan laki –laki.[2]
Dalam pengertian
yang lebih luas, feminisme sekurang-kurangnya mencakup tiga pengertian pokok:
Pertama, feminisme
merupakan pengalman hidup, sebab ia tidak terlepas dari sejarah munculnya,
yaitu dari masyarakat patriarkhi. Dari sejarah hidup inilah kemudian lahirlah
kaum perempuan yang mempunyai kesadaran feminis.
Kedua, Feminisme
sebagai alat perjuangan politik bagi kebebabasan manusia. Berangkat dari
kesadaran inilah, perempuan ingin melepaskan diri dari penindasan dan ketidak
adilan yang selama ini dialaminya, Perjuangan ini diletakkan dalam bentuk
persamaan hukum ( legal status ) hak memilih dan kesetaraan dengan laki laki.
Ketiga, Feminisme
sebagai aktifitas intelektual. Artinya gerakan yang memberikan pemahaman tentang kehidupan sosial, dimana perempuan
itu tinggal, kekuatan yang dapat dilaksanakan untuk melakukan perubahan ke arah
perbaikan nasib perempuan dan untuk mengetahui apa yang harus di perjuangkan.
Kata feminisme
pertama kali dicetuskan oleh Aktivis sosialis utopia, Charles Fourier pada
tahun 1837. Pergerakan yang berpusat di Eripa ini Berpindah ke Amerika dan
berkembang pesat sejak publikasi john Stuart Mill.``Perempuan sebagai Subje``(
The Subjection of Women) pada tahun(1869). Perjuangan mereka menandai lahirnya
feminis Gelombang pertama.
Gelombang
feminisme di Amerika Serikat mulai ebih keras bergaung pada era perubahan
dengan terbitnya buku The Feminisme Mystique yang ditulis oleh Betty Friedan di
tahun 1963. Buku ini ternyata berdampak luas, lebih –lebih setelah Betty
Friedan membentuk organisasi Wanita bernama National Organization for Woman(
NOW ) di tahun 1966 gemanya kemudian mererambat kesegala bidang kehidupan.
Gerakan perempuan Atau Feminisme berjalan terus, sekalipun sudah
ada perbaikan-perbaikan, kemajuan yang di capai gerakan ini terlihat banyak
mengalami halangan. Di tahun1967 di bentuklah Student for a Democration Societ
yang mengadakan konvensi nasional di Ann Arbor kemudian di lanjutkan di chicago
pada tahun yang sama, dari sinilah mulai muncul kelompok`` feminisme radikal``
dengan membentuk Women`s Liberation
Workshop yang lebih dikenal dengan singkatan``Woment Lib. Women Lib mengamati bahwa peran kaum perempuan dalam
hubunganya dengan laki laki dalam masyarakat kapitalis terutama Amerika Serikat
tidak lebih seperti hubungan yang dijajah dan penjajah. Ditahun 1968 kelompok
ini secar terbuka memprotes diadakanya``Miss America Pegeant`` dia Atlantic
City yang mereka anggap sebagai``pelecehan terhadap kaum wanita dan
komersialisasi tubuh perempuan`` Gema pembebasan kaum wanita ini`` kemudian
mendapat sambutan dimana-mana diseluruh dunia.
B. Teori- teori Feminisme
1. Feminisme Liberal
Feminisme
Liberal ialah pandangan untuk
memenpatkan perempuan yang memuliki
kebebasan secara penuh dan individual. Aliran ini menyatakan bahwa kebebasan dan kesamaan
berakar pada rasionalitas dan pemisahan antara dunia privat dan publik.
Feminisme
Liberal memiliki pandangan mengenai
negara sebagai penguasa yang tidak memihak antara kepentingan kelompok yang
berbeda yang berasal dari teori pluralisme negara. Mereka menyadari bahwa negar
itu didominasi oleh kaum pria yang terrefleksikan menjadi kepentingan yang
bersifat`` maskulin``tetapi mereka juga menganggap bahwa negara dapat
didominasi kuat oleh kepentingandan pengaruh kaumpria tadi. Sehingga dalam hal
ini ada ketidak setaraan perempuan dalam
politik atau bernegara.
Feminisme liberal
Mengusahakan untuk menyadarkan wanita bahwa mereka adalah golongan tertindas.
Pekerjaan yang dilakukan Wanita di sektor domestik dikam panyekan sebai hal yang tidak produktif dan
menempatkan wanita pada posisi sub –ordinat. Akar teori ini beretumpu pada
kebebasan dan kesetaraan rasionalitas.
Perempuan adalah makhluk rasional, kemampuannya sama dengan laki laki, sehingga
harus diberi hak yang sama dengan laki-laki.
2.Feminisme Radikal
Feminis
ini muncul sejak pertengahan tahun 1970-an dimana Aliran ini menawarkan
ideologi``perjuangan separatisme perempuan ``. pada sejarahnyam aliran ini
muncul sebagai reaksi atas kultur seksisme atau domonasi sosial berdasar jenis
kelamin. Pemahaman penindasan laki-laki terhadap perempuan adalah satu fakta
dalam sistem masyarakat yang sekarang ada.
Aliran ini bertumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap
perempuan terjadi akibat sistem patriarki. Tubuh perempuan merupakan objek
utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki. Ole karena itu feminisme
mempermasalahkan antara lain tubuh serta
hak –hak reproduksi , seksualitas, seksisme, relasi kuasaperempuan dan laki
laki dan dikotomi privat publik.The personal is political`` menjadi gagasan
baru yang mampu menjangkau permasalahan perempuan sampai ranah privat.
C.Feninis Marxis
Aliran ini memandang masalah perempuan dalam rangka kritik
kapitalisme. Teori Friedrich Engeis dikembangkan menjadi landasan aliran ini
status perempuan jatuh karena adanya konsep kekayaan pribadi( private
property). Kegiatan propduksi yang semula bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
sehari hari berubah menjadi keperluan pertukaran. Sistem produksi yang
berorientasi pada keuntungan mengakibatkan terbentuknya kelas dalam masyarakat
borjuis dan proletar.
Kaum feminis
Marxis, menganaggap bahwa negara bersifat
kapitalis yakni menganggap bahwa negara bukan hanya sekedar institusi tetapi
juga perwujudan dari interaksi atau hubungan sosial. Kaum Marxis berpendapat
bahwa negara memiliki kemampuan untuk
memelihara kesejah teraan , namun disisi lain negara bersifat kapitalisme yang
menggunakan sistem perbudakan kaum wanita sebagai pekerja.[3]
4.Feminisme Sosial
Sebuah faham
yang berpendapat tak ada sosialisme tanpa pembebasan perempuan, tak ada
pembebasan perempuan tanpa sosialisme. Feminis sosialis berjuang untuk
menghapus sistem pemilikan. Lembaga perkawinan yang melegalisir pria atas harta
dan pemilikan suami atas istri dihapuskan seperti melegalisir ide marx yang
mengiginkan suatu masyarakat tampa kelas tanpa pembedaan gender .
Feminisme
sosialis muncul sebagai kritik terhadap feminisme Marxis. Feminime sosialis menggunakan
analisis kelas dan gender untuk memahami
penindasan perempuan. Ia sepaham dengan feminisme Marxis bahwa
kapitalisme merupakan sumber penindasan perempuan. Akan tetapi aliran Feminisme Sosialis ini juga setuju dengan
feminisme radikal yang menganggap patriarkilah sumberpenindasan itu.
5. Feminisme Postkolonial
Dasar pandanan ini berakar dari penolakan universalitas pengalaman perempuan.
Pengalaman perempuan yang hidup di negara dunia ketiga,berbeda dengan perempuan
berlatar belakang dunia pertama. Perempuan dunia ketiga menanggung beban
penindasan lebih berat karena selai mngalami penindasan berbasis gender, mereka
juga mengalami penindasan antar bangsa, suku, ras dan agama. Dimensi
kolonialisme menjadi fokus utama feminisme poskolonial yang pada intinya
menggugat penjajahan baik fisik ,
pengetahuan, nilai-nilai, cara pandang maupun mentalitas masyarakat.
C. Pengaruh terhadap perjuangan perempuana
a. Peran Wanita dalam keluarga
Peran dan
pekerjaan wanita didalam masyarakat tidak dapat terlepas dari kodratnya sebagai
manisia yang berjenis kelamin khusus, yaitu jenis kelamin yang memungkinkan
bahkan mengharuskan ia terikat uat pada fungsi sosial tertentu yaitu fungsi
reproduksi. Perbedaan fungsi dalam hal reproduksi, maka terjadi perbedaan juga
dalam pembagian pekerjaan di bidang sosial ekonomi,pembagian fungsi inibtelah
berlangsung sejak adanya manusia didunia, selama kehidupan pra industrial,
wanita untuk pekerjaan domestik dan pria unruk pekerjaan publik.
Seiring dengan emansipasi dalam perkembangan pekerjaan dan karir
wanita, dapat dilihat bahwa tingkat kesuburan menurun dengan akibat bahwa
pekerjaan domestik berkurang. Dengan demikian wanita dapat lebih banyak peluang
lagi untuk terjundalam bidang publik menjadi wanita bekerja maupun wanita
karier.
b. Wanita Karier
Wanita Karier adalah wanita yang bekerja dengan tanggung
jawab yang besar dan biasanya dalam kedudukan yang memungkinkan kenaikan
kejenjang pangkat atau jabatan yang lebih tinggi. Dimasa lampau wanita terikat
dengan nilai-nilai traditional yang mengakar di masyarakat. Jika ada wanita
berkarier untuk mengembangkan ke ahliannya diluar rumah dianggap telah
melanggar tradisi.
Sejalan dengan
perkembangan zaman, kaum wanita dewasa ini cenderung berperan ganda, karena
mereka telah mendapat kesempatan yang
luas untuk mengembangkan diri. Profesi sebagai ibu rumah tangga sudah bukan
lagi satu satunya pilihan yang harus diambil oleh seorang wanita, sudah tidak
zamannya lagi jika seseorang wanita hanya berkutat dengan urusan dapur, anak,
suami dan pekerjaan rumah tangga lainya..
c. masalah-masalah wanita karier
Begitu banyak pengaruh dan
masalah yang mungkin timbul bagi wanita bekerja atau pun wanita karier, dua hal
yang sangat kuat pengaruhnya yaitu:
a.Pekerjaan
Pekerjaan mempengaruhi manusia libih
banyak dari pada manusia mempengaruhi pekerjaan. Harga diri ditiingkatkan oleh
pekerjaan yang kompleks. Secara rata-rata wanita kurang kesempatan naik pangkat
dibandingkan pria karena ditempatkan pada pekerjaan yang kurang kompleks.
Masalah lain dari
wanita karier adalah masih banyak orang baik pria maupun wanita yang tidak
begitu senang bekerja di bawah seorang bos wanita. Padahal gaya kepemimpinan
kurang tergantung pada jenis kelamin atau sifat kepribadian tetapi lebih banyak
ditentukan oleh kekuasaan dan wewenang yang nyata.
b.Keluarga
Konflik antara
perkawinan dan pekerjaan lebih besar pada wanita darp pada pria. Perkawinan
mempunyai efek negatif paling banyak adalah pada wanita yang hanya mempunyai
satu cita-cita identitas saja yaitu untuk mrnjadi istri dan ibu. Bila hal ini
tidak tercapai atau bila perkawinanya tidak memuaskan maka ia akan sangat
kecewa dan menderita seakan –akan hidup ini tidak berguna lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar